PEMBIASAAN SHOLAT DHUHA DALAM MEMBENTUK KEPRIBADIAN SISWA YANG AGAMIS

Sholat adalah amalan yang dimulai dari takbirotul ihram dan diakhiri dengan salam. Sholat juga merupakan tiangnya agama, barang siapa yang mendirikan sholat berarti sama saja dengan mendirikan tiang agama dan barang siapa yang meninggalkan sholat sama saja dengan merobohkan tiang agama. Sholat ada 2 macam yaitu sholat fardhu dan sholat sunnah, sholat fardhu adalah sholat yang wajib dilaksanakan oleh semua umat islam yang sudah baligh dan tidak boleh ditinggalkan jika dilaksanakan akan dapat pahala dan jika ditinggalkan berdosa. Sedangkan sholat sunnah adalah sholat yang boleh dilaksanakan dan boleh tidak dilaksanakan, jika melaksanakan akan dapat pahala dan jika meninggalkannya tidak berdosa. Sholat sunnah banyak sekali pembagiannya, salah satunya adalah sholat dhuha. 

Pengertian sholat dhuha adalah sholat sunnah yang dilakukan pada saat pagi hari sekitar kurang lebih jam 7 atau waktu dhuha sampai masuk waktu dhuhur. Sholat dhuha mempunyai jumlah rakaat paling sedikir 2 rakaat dan paling banyak 12 rakaat, dan dilaksanakan 2 rakaat sekali salam.

Dalam masalah sholat dhuha ini, nabi Muhammad SAW bersabda yang artinya "Setiap pagi ada kewajiban untuk bersedekah untuk tiap-tiap persendian (ruas). Tiap-tiap tasbih adalah sedekah, riap-tiap tahlil adalah sedekah, tiap-tiap takbir adalah sedekah, dan menganjurkan kebaikan serta mencegah kemungkaran itu sedekah. Cukuplah menggantikan semua itu dengan dua raka'at salat dhuha.” (HR Muslim)". Kelihatannya saja mudah dan ringan untuk melaksanakan sholat dhuha, sebab jumlah rakaat yang sedikit tetapi tidak seperti yang dibayangkan meskipun minimal rakaatnya hanya 2, jika tidak ada niat dan kemauan yang kuat maka akan berat untuk melaksanakannya.

 Di dalam sholat dhuha banyak manfaat yang bisa diperoleh, baik itu manfaat saat masih hidup di dunia dan manfaat kelak besuk di akhirat. Manfaat di dunia Allah akan melancarkan segala urusan dunianya terutama masalah uang atau rejeki, dengan istiqomah sholat dhuha urusan rejeki sudah pasti ditata oleh Allah dengan sebaik-baiknya. 

Kegiatan sholat dhuha ini juga bisa terlaksana di sekolah oleh dewan guru bersama siswa, untuk membekali siswa dalam nilai kerohanian. Selanjutnya, dalam pelaksanaannya bisa dilaksanakan sebelum masuk jam pelajaran yaitu setelah kegiatan mengaji pagi selesai. Dan supaya berjalan dengan baik dan teratur, harus dibuatkan jadwal perkelas beserta imamnya seecara bergantian. Selain bermanfaat untuk pelancar rejeki sholat dhuha juga bisa jadikan tubuh sehat dimana gerakan sholat dhuha yang dilaksanakan pada pagi hari bisa membuat otot dan tulang menjadi lemas tidak kaku sehingga memperlancar peredaran darah dalam tubuh. Sebab, saat pagi hari pancaran sinar matahari sangat baik untuk kesehatan,dengan kualitas udara yang segar dan baik untuk pernafasan. 

Daya pikir siswa juga dapat meningkat kecerdasannya dengan sholat dhuha, jika siswa rutin sholat dhuha, Insya Allah mudah meraih prestasi akademik dan kesuksesan dalam hidup dan hal terpenting adalah dengan rajin sholat dhuha sebagai jalan untuk mendapatkan ilmu yang manfaat dan barokah.

Semoga bermanfaat......

MELATIH SISWA AGAR MEMPUNYAI SIFAT YANG BERTANGGUNGJAWAB

Lembaga pendidikan negeri maupun swasta dimanapun berada baik itu SD, SMP/MTS, dan SMA/MA pasti sudah dibentuk namanya jadwal piket kelas. Kegiatan piket kelas ini dilakukan oleh sekelompok siswa, dan pembentukannya didampingi oleh seorang wali kelas. 

Agar manfaat besar piket sekolah di dapat siswa, maka sebaiknya harus dimulai sejak usia Sekolah Dasar (SD) karena saat SD memiliki fase-fase perkembangan yang cepat dan patut kita manfaatkan dengan baik agar berdampak baik pada perkembangan dewasa kelak. Dengan adanya piket kelas ini supaya lingkungan kelas menjadi bersih, rapi serta nyaman. Dan apabila sudah bersih, rapih dan nyaman pasti dapat meningkatan semangat belajar pada siswa di dalam kelas tersebut. Sehingga mereka akan menjadi lebih betah, mengikuti pelajaran dalam kelas. Disamping dapat membuat kelas menjadi bersih, rapi dan nyaman piket kelas juga menciptakan suasana harmonis yaitu lebih akrabnya siswa kepada teman-temannya, mendapat pujian serta prestasi sebagai kelas bersih, dan juga dapat meningkatkan rasa tanggung jawab. Sebab, dengan terbiasanya siswa bertangung jawab terhadap tugasnya di kelas, dapat memberikan bekal berharga kepada mereka untuk bertangung jawab ketika besuk terjun di masyarakat. 

Selanjutnya, dengan adanya jadwal piket itu merupakan suatu amanah yang dibebankan kepada siswa untuk mengondisikan kelasnya menjadi lebih baik dan merupakan suatu kewajiban siswa untuk taat pada aturan sekolah. Dan apabila ada seorang siswa yang tidak menjalankan piket kelas berarti mereka tidak menjalankan kewajibannya,  dan tidak layak mendapat predikat orang yang bertangung jawab. Tugas guru dalam hal ini adalah mengontrol dan memangil siswa yang tidak mau melakukan piket kelas, lalu diberikan sanksi atau hukuman dengan tujuan supaya siswa tadi ada efek jera dan tidak mengulangi perbuatannya kembali. Melalui kegiatan piket saja sebetulnya dapat melatih rasa tanggung jawab yang dimiliki oleh para siswa. Meskipun kelihatan melelahkan dan membosankan, kegiatan ini juga membawa banyak manfaat yang luar biyasa. 

Selain melatih siswa bertangung jawab, piket kelas juga dapat menumbuhkan kekompakan antara siswa, menumbuhkan rasa peduli pada teman, memberikan pengaruh baik pada lingkungan kelas, menjaga kebersihan kelas, membahagiakan bapak dan ibu guru serta dapat mengamalkan sunnah rasulullah yaitu cinta terhadap kebersihan.

MELATIH HATI UNTUK IKHLAS DALAM BERAMAL

Sifat ikhlas adalah hanya karena Allah SWT semata. Maksudnya, setiap melakukan suatu perbuatan apapun itu dalam hal kebaikan dengan satu tujuan yaitu lillahi ta'ala. Sifat ini, mudah dalam ucapan tapi sulit sekali diterapkannya dalam hati. Ikhlas juga mempunyai makna jernih, jadi orang yang ihlas sudah pasti hatinya jernih atau bersih. Menurut Imam Ghazali, ikhlas bermakna shidqu al-niyyah fil'amal (niat yang benar dalam bekerja atau beribadah). Berarti, setiap amal dan kebaikan haruslah dilakukan karena mengharapkan ridho Allah SWT. Seseorang yang ihlas berbeda sekali dengan kebanyakan orang, mereka memiliki ciri-ciri yang khas. Diantara ciri tersebut adalah mereka tidak terpengaruh oleh pujian dan hinaan orang lain. Bagi mereka semua itu tidak akan mengurangi nilai ikhlas yang sudah menancap dihatinya. Lalu, mereka tidak akan mengharapkan sebuah imbalan atau upah dari amal kebaikan yang mereka lakukan. Dari penjelasan diatas bisa menjadi acuan bahwa jika bekerja dan beribadah karena urusan duniawi, seperti mencari muka, popularitas, pangkat dan kedudukan, maka mereka tidak termasuk orang ikhlas dan akan merugi dan sengsara kelak di akhirat.

Disamping itu, orang ikhlas akan melupakan dan tidak mengingat lagi semua kebaikan yang pernah dilakukan. Sebab, jika mereka mengingat kebaikan yang pernah dilakukan, akan muncul sifat takabbur atau sombong.

Nabi Muhammad juga memerintahkan supaya kita memberi sedekah secara diam-diam, jauh dari gembar-gembor, ibarat tangan kanan memberi, tapi tangan kiri tidak mengetahuinya. Orang ikhlas kelihatannya saat di dunia, nampak tidak ada yang istimewa dibandingkan dengan lainnya. Tetapi, balasan itu akan nampak apabila besuk sudah menghadap illahi robbi dan mendapat syurga yang sangat indah dan tinggi kedudukannya. Orang yang ikhlas pada hakikatnya adalah orang yang diselamatkan oleh Allah dari dua penyakit hati yaitu riya' dan takabbur.

  Semoga kita semua dapat memiliki sifat ikhlas dalam beramal dan dijauhkan dari sifat riya' dan sombong. Aamiin.

(CERPEN) KEJUJURAN SEORANG PENGEMBALA KAMBING

Paijo adalah namanya, dalam kesehariannya sibuk menggembala kambing di hutan. Di sebuah desa yang kecil dia tinggal bersama ayah dan ibunya ...